jump to navigation

Kisah Orang Lama Mewat Saat Bayan Di Hadapan Seluruh Ulama India January 6, 2011

Posted by Liliek in Karguzari.
trackback

Kisah ini terjadi pada ijtima’ Bhopal – India pada tahun 1940-an.  Maulana Muhammad Ilyas Khandahlawi (Amir jamaah pada saat itu) telah memutuskan seorang (meiji) yang buat usaha dakwah dari mewat untuk bayan maghrib saat ijtima’ tersebut.
Seseorang yang telah ditunjuk tadi menjumpai kembali Maulana Ilyas dan memberitahu bahwa beliau tidak bersedia dengan alasan beliau adalah orang awam, sedangkan orang yang duduk di dalam majlis adalah ulama-ulama dari seluruh India.  Maulana Ilyas berkata, “Ini pilihan Allah, kerjakan karena Allah..”.

Maka selepas sholat Maghrib, beliau sholat hajat dua rakaat meminta pada Allah agar diberi hidayah dan kalam untuk tunaikan takaza bayan ini. Setelah selesai sholat badan beliau menggigil dan berkeringat.

Setelah tiba waktun bayan, beliau duduk di kursi yang disediakan dan beliau menangis tidak tahu apa yang akan diucapkan dihadapan para ulama dari seluruh penjuru India tersebut.

Setelah memuji Allah dan bershalawat ke atas Rasul-Nya, beliau berkata, “Tuan-tuan, kita perhatikan keadaan di dalam sebuah keluarga.. seorang ibu menyuruh anak-anaknya yang terdiri dari kakak dan adik untuk mengangkat gelas yang berisi minuman untuk para tamu ke ruang tamu.  Kakak dan adik ini mengangkatnya dan tanpa disengaja sang adik telah menjatuhkan gelas tersebut.  Secara logika, ibu mesti memarahi adik tersebut, AKAN TETAPI, ibu memarahi kakaknya karena tidak mengajarkan dan memberi panduan kepada adiknya cara-cara untuk mengangkat gelas dengan selamat.  Begitulah juga dengan Tuan-tuan, pada hari Akhirat kelak Allah Swt. akan mencari dahulu para ulama, kerana merekalah yang lebih berilmu dan berpengetahuan. Orang awam yang kurang pengetahuannya akan diadili kemudian.. dan Allah akan murka jika kita (para ulama) tidak menjalankan dakwah.”

Beliau juga berkata, “Tuan-tuan (para ulama), mengajar di tempat pengajian adalah suatu amanah, begitu juga dakwah, ia juga suatu amanah yang diwariskan dari Ambiyaa` AlaihimuShShollatu waSSalam.  Jika kita orang yang lebih berpengetahuan tidak membuat dakwah dengan cara Nabi SAW., dari rumah ke rumah, pintu ke pintu, berjumpa setiap saudara kita… bagaimana orang awam akan buat usaha dakwah jika kita tidak mulai dahulu?
Dan bagaimana kita hendak mengajar jika kefahaman Quran dan Hadits kita kurang karena tidak buat dakwah seperti para Sahabat?  Para Sahabat mudah memahami yang dikehendaki Quran dan Hadits asbab pengorbanan dan susah payah mereka untuk agama ini.. begitu juga dengan kita tuan-tuan.. Allah tidak akan mencari orang awam yang tidak buat dakwah dahulu dihari akhirat kelak, tetapi Allah mencari kita (ulama) dahulu tuan-tuan…

Pada saat itu semua ulama dari seluruh India yang duduk di dalam majlis menangis terisak-isak tanpa berhenti… kemudian beliau berkata, “Siapa diantara tuan-tuan (para ulama) yang bersedia untuk tunaikan amanah dakwah ini dengan keluar di jalan Allah berjumpa orang-orang awam untuk sebarkan agama ini?”.  Maka hampir seluruh ulama yang duduk didalam majlis berniat dan memberi nama kepada team tasykil… dan selepas ijtima’ semua ulama tersebut telah bertebaran ke seluruh India untuk keluar berdakwah…

Bayan meiji tersebut ringkas, tetapi memberi makna yang mendalam dan menusuk kalbu hati para ulama yang duduk didalam majelis…

Semoga Allah beri kita peluang dan hidayah untuk kita ambil i’tibar untuk amalkan dan sampaikan..

Kisah ini diceritakan pada saya (Muhammad Effendi) oleh brother Muhammad Akhtar dari Rai Bareily – Uttar Pradesh – India saat di Meiji Mehrab waktu saya khuruj fisabilillah disana.

Sumber: http://ghostridermujahid.blogspot.com/2010/11/kisah-orang-lama-mewat-bayan-di-hadapan.html

Comments»

1. yad samaras - May 16, 2015

inilah kelemahan masyarakat pada umumnya. Banyak dari mereka mengatakan, “sholat aja belum benar sudah berani berdakwah”. Mengingatkan saudara kita untuk berbuat kebaikan itu jg dakwah, jd tidak ada batasan orang yg berdakwa/mengingatkan saudaranya untuk kebaikan harus sempurna dl sholatnya. Maksud saya begini, sampaikanlah agama kepada saudaramu walaupun itu hanya satu ayat. Semoga kita termasuk orang2 yg mendapat petunjuk.

2. arlan - May 19, 2013

sukseskan ijtimak 16 s.d18 juni 233 jemaah

3. Kaprawi Imyuh - June 11, 2012

Salut atas usaha Kapolda Kalimantan semoga merambah ke Propinsi Sumatera Selatan ,dan dakwah bisa hidup diseluruh penjuru bangsa dan pelosok tanah air, bukian dianggap dan dicap teroris, semoga Allah memberikan hidayahnya amin

4. Kaprawi Imyuh - June 11, 2012

Masalah solat belumbenar,ngaji belum bisa yaqng penting niatn kita untuk belajar mengamalkan dan mendakwahkan, syukur bagi mereka yang mau walaupun belum banyak mengerti insya Allah Allah akan berikan kefahaman dan hidayah ,daripada kita bersellisih ,apalagi mengatakan sesat, padhal terkadang yang mengatakan sesat itu tidak berbuat untuk agamna kebanyakan belajar agama disekolah hanya mengejar target supaya naik kelas dapat ijazah gelar serjana agama master agama tapi solatnya bolong bolong surpey membuktikan, ketika ujian anak SD hampir diseluruh Indonesia ujian praktek agama Solat, yang dikejar hanya nilai,setelah selesai ujian tidak ada satupun mungkin kalau di porsentase 10% yang melakukan solat ,mtermasuk guru agamanya ,hanya menguji dan mengajar agama ketika waktu solat tiba seollah olah tidak tau dengan suarta azan, solat hanya ketuika diundang hajatan ,kita umat islam indonesia islam keturunan, bukan diislamkan dan mencari kebenaran, oleh jkarena itu umat islam menganggap remeh dengan islam. demikian pendapat saya semoga semua kita dan yang membaca komentar saya dibveri hidayah amin.

5. Liliek - March 26, 2012

@Aini:maaf saudara/i Aini, bagaimana dengan para sahabat? bukankah mereka juga dakwah sebelum ada perintah shalat? dimana letak sesatnya…? anda tahu apa arti dakwah yang sebenarnya dalam bahasa arab? apa anda tahu bedanya dakwah, tabligh, khuruj ? mohon penjelasannya, supaya tidak timbul kesalahpahaman… mari kita bina ukhuwah islamiyah dengan berwasiat tentang yang haq dan berwasiat dengan kesabaran…

6. Aini - March 24, 2012

sesat

7. Aini - March 24, 2012

afwan sblmnya…itukan bagi para ulama yang memiliki ilmu dan pemahaman yang baik dan benar…untuk pemula apakah mereka pantas untuk berdakwah (khuruj) sprti itu…smentara shalatnya belum benar…

8. Suhari maulana - December 13, 2011

Hidayah ya Alloh…..

9. Muhammad ihsanulhaq altaroqany - November 23, 2011

SubhanAllah, jadikan dakwah maksud hidup. hidup untuk dakwah. dakwah. dakwah. dakwah terus sampai kita pulang ke kampung akhirat

10. assadanawi - March 30, 2011

MasyaAlloh, inilah yang Allah kehendaki, setiap kita mesti Aambil kerja ini dan jadikan maksud hidup kita. Amiiiiinnn. 4 bulan IPB insyaALLah!!!!

11. Kemuditimur - January 20, 2011

Ilmu hikmah Allah berikan kepada sesiapa saja yang buat pengorbanan atas agama ini,yang Allah kahendaki hidayah tersebar melaluinya.

12. imam - January 11, 2011

good.,semoga memacu ahli ilmu buat dakwah dgn mengorbankan diri,harta,dan waktu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: