jump to navigation

Karkun, Karkunisme, Karkunisasi… August 4, 2009

Posted by Liliek in Karguzari.
trackback

Entah kapan dan dari mana mulanya istilah karkun muncul sebagai sebutan bagi orang-orang yang ambil bagian dalam usaha dakwah.  Istilah ini yang meresahkan salah seorang Masyaikh kita di hari pertama Ijtima Indonesia 2009 di Serpong.  Karkun… karkun… karkun… katanya dengan nada agak marah dan kecewa…

Istilah karkun tidak dikenal di India, Pakistan dan Bangladesh.  Di ketiga negara tersebut dikenal dengan istilah “Saathi”.  Namun istilah di setiap negara ternyata berbeda-beda, seperti di Yaman dikenal dengan sebutan “Shahibuddakwah”.

Kemarahan Masyaikh tersebut (saya tidak mengenal Masyaikh tersebut) sangat bisa dipahami, bahwa usaha dakwah ini bukan usaha para karkun saja, namun kerja ini adalah kerjanya seluruh Umat Islam di seluruh dunia. Dengan menyebutkan nama karkun dikhawatirkan akan menjadi kelompok eksklusif bahwa selain karkun adalah bukan golongannya.  Maka selanjutnya dikhawatirkan istilah karkun akan menjadi semangat ashshobiyah. Padahal maulana Ilyas rah.a. sangat hati-hati dalam hal ini, sehingga beliau tidak memberi nama jamaah ini maupun sebutan bagi orang yang ambil bagian dalam usaha dakwah ini.

Mungkin Masyaikh tersebut juga marah di ijtima’-ijtima’ lain berkaitan dengan sebutan yang berpotensi mengecilkan lingkup usaha dakwah ini.

Kerja dakwah ini adalah kerja seluruh Umat Islam, bukan untuk menjadikan seseorang menjadi seorang karkun atau karkunisasi dan membentuk pola pikir karkun (yang salah) atau karkunisme. Usaha dakwah ini adalah usahanya para sahabat sebagaimana dicontohkan oleh baginda RasuluLLah SAW yang sifatnya universal, tidak boleh dikotori oleh semangat kelompok yang bisa dikategorikan sebagai bid’ah dimana karkun “merasa” berada di kelompok yang paling benar (walaupun usaha dakwah ini sudah benar) dan na’udzubiLLah apabila seorang karkun bangga sebagai seorang karkun dan merasa paling benar, padahal seorang karkun yang sejati adalah orang yang tawadhu’ dihadapan Umat sebagaimana para Nabi dan Sahabat walaupun mereka tahu bahwa mereka benar.

Mari kita posisikan istilah karkun pada tempatnya, sebagaimana istilah nabi, rasul dan sahabat. Atau (kalau boleh) menggunakan istilah “saudara” seperti disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Anas bin Malik r.a. RasuluLLah SAW bersabda:

“Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan saudara-saudaraku.” Lalu seorang sahabat bertanya, “Bukankah kami-kami ini saudaramu ya RasuluLLah?” RasuluLLah menjawab, “Benar, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun yang kumaksud adalah dengan saudara-saudaraku itu adalah kaum yang datang sesudahku dan beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah berjumpa denganku.”

Kita semua Umat Islam adalah saudara-saudara yang beriman kepada RasuluLLah SAW dan sangat dirindukan oleh beliau.

Comments»

1. KARKUN JEMAAH TABLIGH - January 25, 2014

KARKUN DEPOK II

2. Rina Hidayah - October 31, 2013

saya salut dengan metode dakwah seperti ini….cman berharap…smua para karkun benar benar dalam ke ” karkun” annya…yg tidak merasa “paling” diantara sekitarnya….dan jga berharap,agar para karkun ini menyampaikan bentuk dakwah dngan baik dan lemah lembut……

3. Gu Syukron Al-Jugjawy - October 20, 2011

Subhanallah…!!!

4. Ummat Rasulullah SAW - August 16, 2010

saya hanya tahu Allah menurunkan Islam Rahmatan Lil Alamin kepada Rasulullah SAW lalu menyebarkan kepada para Sahabat berlanjut ke Tabiin Tabiit Tabiin hingga sampai Ulama-ulama sekarang. Tidak pernah tersebut kata karkoon dalam khotbah-kothbah para ulama.

5. AbdulHalim - March 17, 2010

Asasnya ialah sesiapa yg memikirkan bahawa dia sahajalah yg betul maka itu lah yang tidak betul. sedangkan di kalangan sahabat pun ada perbedaan pendapat.

Usaha ini perlu dibuat dengan ikhlas, tanpa menyangka bahawa setengah jam kita khususi ini lebih baik dari berjam2 ustaz kita cerita tentang iman/amal di masjid walaupun dia bukan “karkun”.

Maulana Ibrahim sendiri mengambil nasihat masyaikh dari syaikh2 kita semasa dia di tanah arab (elakkan dua ghain: ghuluw….) utk dibayankan semasa ijtima’ ulama 2009 sri petaling.

Moga2 Allah bagi kita hidayah utk amal dan faham agama sebagaimana yg dikehendakinya.

6. noob - March 5, 2010

saya akui kerisauan masyaikh ini ada asasnya. Maulana Saad juga sudah menyatakan kembimbangannya jika usaha ini menjadi usaha segolongan sahaja (dalam English, dipanggil “Gentlemen Club”).

di Malaysia, sudah lama kerisauan ini ditimbulkan, yakni perkataan- perkataan Urdu yang berbunyi asing di kalangan orang awam. Maka, sedikit demi sedikit, banyak istilah- istilah telah mula ditukar kepada bahasa Malaysia, agar lebih mesra. Contohnya “malam markaz” kepada “malam perhimpunan mingguan”. “karkun” dianjurkan ditukar kepada “rakan seusaha”, namun masih ramai yang menggunakan “karkun”. Old habits die hard.

saya sendiri lebih suka “rakan seusaha”.

7. m.Dzar,bdg - January 22, 2010

KARKOON, KAR=kerja KOON = Orang di IPB yang namanya karkoon itu pegawai negeri/pemerintah. bagus nya panggil mitra/rekan/teman=sathi.Saudara2 akan tercengang dengan progresifitas kerja rekan2 kita. contoh . di Bandung mulai ada usaha ini 1986. di AlFurqon dari 1 masjid sekarang 2010 ada 75 halaqah x 15masjid/halaqah =1125 masjid hidup kerja dakwah. setiap bulan keluar 3 hari 75 halaqah x 3jamaah/hlqh =225 jamaah x 12 bulan = 2700.Kerja ini mudah, sederhana,enak dan nikmat.Subhanallah. waktu sy di Raiwind 1998 tanya jamaah tasykil Raiwind kirim 450.000 jamaah ke seluruh penjuru dunia sejak dakwah dimulai, belum Nizamudin, Kakrail . dan 250 markas negara. AllohuAkbar
ayo jangan samapai ketinggalan kereta/pesawat nih!

8. Liliek - January 18, 2010

AlhamduliLLah… usaha da’wah ini memang indah sekali…

9. pesandansampai - December 19, 2009

insyallah ana tukarkan kepada “saudara/saudari”..

10. abi zuhyyya - November 28, 2009

Assalamu’alaikum wr.wbr

Adalah fitrah; manakala kita sebut sahabat-sahabat kita dengan nama-nama tertentu yang ia sukai. Karena nama selain sebagai identitas pembeda juga kadang sebutannya merupakan pembuat mesra dua hati yang sudah bertaut. Dan berkelompok juga merupakan fitrah…adalah fitrah bila kambing akan mengelompok dengan kambing, singa bergerombol dengan singa…yang ditakutkan oleh para Orang Tua kita (seperti halnya yang Rasulullah SAW khawatirkan) adalah kita terjebak dalam ashobiyah dan perselisihan dengan saudara kita sendiri.Untuk itulah marilah kita buat usaha da’wah ini sesuai arahan para ulama kita, Rasulullah SAW dan Qur’an…moga kita jadi asabab hidayah seluruh alam.

11. hariri - November 2, 2009

kalau tidak salah yang tidak diperbolehkan oleh masyaikh adalah mengkotak-kotakkan umat islam dengan menyebut “yang ini karkun, yang ini bukan karkun dsb.”

KArena bukankah arti dari karkun adalah “pekerja” dalam hal ini yang dimaksud adalah pekerja da’wah.

Semua umat muslim, sebenarnya mempunya potensi kerja sebagai “karkun”.

Kalau nggak salah karkun adalah bahasa urdu kan? masak di india tidak dikenal?

12. vikihasib - October 14, 2009

itu aja masalah, mau karkun ke mau kartun ke itu ngak usah di bahas,buat aja maqomi kau ngak sempat komentar

13. kandil Sasmita - August 31, 2009

yang paling saya sukai dari Jamaah Tabligh adalah mereka berdakwah tanpa membeda-bedakan golongan, mau orang gondrong kayak saya pun diajak ke masjid, saya mungkin belum bisa melakukan seperti saudaraku sekalian tapi pencerahan yang kalian berikan merupakan harta tak ternilai bagi saya dan keluarga

14. ina - August 4, 2009

assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh,

saya akui, saya amat senang baca entri ini…

kerja dakwah adalah kerjanya seluruh umat Islam.. kita semua umat Islam adalah saudara-saudara yang beriman kepada Rasulullah Saw dan amat dirindukan olehnya..

tak adalagi pengelompokan2..semua sama2 bergerak untuk kembali menegakkan kalimah Allah..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: