jump to navigation

Madrasah Eropa, Lilin itu Kini Menyala November 27, 2008

Posted by Liliek in Karguzari.
trackback

Darul Uloom Al-Arabiyyah Al-Islamiyyah adalah madrasah pertama yang berdiri di negara Inggris. Terletak di sebuah puncak bukit di Holcombe Brook, Bury, Great Manchester, madrasah ini didirikan pada tahun 1973 oleh Maulana Yusuf Motala, seorang santri kesayangan Shaikhul Hadith Maulana Zakaria, penulis kitab best seller “Fadhail A’maal” yang menjadi bacaan wajib jamaah dakwah yang bergerak di seluruh dunia.

Tahun 1968, setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Mazahirul Ulum, Saharanpur, India, maulana muda yang tidak paham bahasa Inggris ini dikirim untuk mengemban tugas yang amat berat dan tak pernah terbayangkan waktu itu, yaitu mendirikan sebuah madrasah di Inggris, sebuah model pendidikan yang sering dipandang sebelah mata karena dianggap ketinggalan jaman dan diramalkan tak akan lama bisa bertahan dari gempuran model pendidikan modern ala barat. Maulana Zakaria sendiri, sang guru, menyebut tugas besar ini sebagai “menyalakan lilin Islam di tanah yang gelap”.

Madrasah ini disiapkan untuk mendidik ulama dan juru dakwah Islam yang berbicara dengan bahasa dan wawasan Eropa, ulama dengan pengetahuan Islam yang mendalam yang mampu merebut hati orang-orang dengan akhlak dan cara pandang Islami, serta ulama yang mampu mengenalkan Islam yang murni dan tidak terdistorsi dengan pendekatan yang lain.

Madrasah yang dirintis Maulana Yusuf Motala itu kini telah meluluskan ribuan alim dan hafidz yang menyebar ke berbagai penjuru dunia, mereka menjadi ujung tombak berbagai aktifitas dalam dakwah dan pendidikan Islam di berbagai negara.

Madrasah itu kini berkembang menjadi madrasah model dan telah beranakpinak melahirkan banyak madrasah di Eropa dan berbagai wilayah dunia lainnya. Madrasah-madrasah tersebut tetap menjadikan Darul Uloom Al-Arabiyyah Al-Islamiyyah sebagai induk dari madrasah-madrasah (ummul madaris) yang baru tersebut.

Masjid-masjid di Eropa lainnya kini juga diimami oleh para alim dan hafidz yang menghidmatkan hampir seluruh hidupnya untuk agama. Bacaan mereka begitu fasih dan elok, penguasaan dan kedalaman agama mereka tak diragukan lagi dan insyaallah juga tidak mencari keduniaan dan ketenaran dalam aktifitas agama mereka.

Lilin kecil itu kini telah menyala dan nyalanya insya allah akan semakin terang dari hari ke hari. Wallahu a’lam

Comments»

1. Kemuditimur - November 12, 2010

Assalamualaikum,wahai sahabatku seislam semua,perbedaan akan sesuatu perkara dalam islam adalah satu rahmat buat kita.Pak Anto ada sandarannya sendiri menerusi pambacaan dan kajian tetapi jangan sampai Pak Anto melontarkan kata-kata yang terlalu jauh menyimpang kepada seorang ulama Hadis yang faham kehendak Hadis dan Al-Quran dan yang tak pernah mendakwa dirinya hebat dari segi ilmu dan segala macamnya.Tetapi marilah kita sama-sama mandakwahkan kebenaran LAA ILAHA ILALAHU.

2. Kemuditimur - August 19, 2010

Suasana iman akan terbentuk dgn adanya usaha agama,usaha agama terbentuk dgn adanya pengorbanan,pengorbanan tidak akan wujud tanpa keikhlasan.Usaha tabligh adalah bukan usaha infiradi(individu) bahkan ianya satu usaha ijtimai(berkumpulan).Semoga Allah merahmati Maulana Muhammad Zakaria yg telah bersungguh-sungguh memberi pengorbanan masa,tenaga dan wang ringgit demi mendalami ilmu-ilmu agama lebih-lebih lagi yg berkaitan secara khusus dlm bidang sunnatun nabi.Seharusnya kita melihat sedalam mungkin diri kita,tanya hati kita sejauh mana dan sedalam mana ilmu kita jika dibandingkan dengan insan yang satu ini iaitu Maulana Muhammad Zakaria.Tempat persemadiannya terpilih sedangkan kita tidak diketahui tempat persemadian kita.Oleh itu jangan sesekali kita menghukum sesuatu tanpa melihat kebenarannya.Di sini saya ingin menyeru masyarakat di luar sana supaya menelusuri jalan solfus solihen terdahulu dan mengikuti jejak langkah mereka untuk meninggikan kalimah dan syiar agama Allah di muka bumi ini.Jangan hanya pandai menghukum sesuatu itu tidak betul dan salah sahaja semata.

3. zabloed - May 11, 2010

ANTOSALAFY AT-TAKFIRY : antosalafi itu pedagang(liat blognya, dakwah2.. jualan juga), lagi ikut masang iklan disini biar pada mampir. Profesinya nyesat2in , bid’ah2in , ngafir2in sambil dapet duit iklan…. hmmm bisnis dunia akherat yang menjanjikan.Lumayan buat ngasih makan anak istrinya … jualan ayat dan hadist buat dapet iklan.

4. noob - March 5, 2010

Di mana kuburnya Maulana Zakariya RAH?

Perkuburan Baqi’!

Kalau nggak percaya, silahkan tanya penduduk- penduduk Madinah!

5. jan - December 25, 2009

udah lah pak.gax ush di tanggapi org2 yg menentang usha dakwah.xo dy mmg mw mnshati kita dy blg lah sma qta baek2 ne malah di sesatkan kita.mmg nya ap jasanya untk islam ne mlh mghn hn ulama mmg nya udah sebanding jasanya dibandg maulana zakariya?.smga allah beri hidayah kepadanya

6. Abu aura - February 20, 2009

Dakwah iLaLLAH itu dakwah menyeru kebaikan, bukan mengumbar aib saudara muslim dgn alasan khawatir yg dianggap bid’ah/keburukannya akan menular kpd org lain. Jgn menafikan Allah. tiada yg dpt mendatangkan manfaat atau madhorot selain Allah. Maka mulailah kita dakwah tentang kebesaran dan keagungan Allah,bkn memperbanyak dakwah yg mengumbar aib sdr muslim. ALLAH Kuasa, makhluq tak kuasa. perhatikan,Mereka yg sungguh2 utk agama,tak pernah terkesan dgn pujian atau cacian.fitnah dan sanjungan sama saja bagi mrka. Mrka hny terkesan pd Allah. Kebenaran hanya milik Allah,kesalahan krna kebodohan mnusia tmptnya dosa. ALLOHU MUSTA’AN

7. Abu aura - February 20, 2009

Wahhabi yg pd awalnya adalah gerakan politik utk memisahkan diri dari khilafah,membentuk kerajaan sendiri.yg dakwahnya menghalalkan darah kaum muslimin bahkan darah sebagian ulama? Gunakan kaca mata syari’at utk memilah dan memilih, jgn hanya menelan mentah2 jargon kembali pd pemurnian tauhid, yg nampak baik dipermukaan/perkataan.Agama tak akan tersebar hanya dgn ikut kajian2 dan dengar radio sunnah dan kembali lg ke rumah menuhankan hawanafsu tanpa mau berkorban dgn harta&diri demi kesempurnaan agama wujud pd diri sndiri dan umat seluruhnya sbgmana pengamalan para shahabat r.hum. Perkataan imam malik mesti kita renungkan bhwa para shahabat tidak hnya bikin radio,ikut kajian tetapi juga meninggalkan 8perkara (attaubah 24) demi agama.dakwah sepanjang umur memang,tp psti kita ga akn sanggup,maka latihan dulu 4bln.insyaAlloh anto 4bln bareng?

8. Abu aura - February 20, 2009

Buat antosalafi,
siapakah sebenarnya yg ghuluw kpd ulama2nya sendiri,yg mengharamkan bermajelis atau membaca buku2 ulama2 lain selain ulamanya sendiri yg mengklaim kebenaran milik sendiri,org lain salah dan sesat?bacalah kitab ad durrar as saniyah jilid10 hal.51 tentang klaimnya muhammad bin abdul wahhab bahwa dialah yg telah Allah berikan anugrah utk memahami hakekat Laa iLaaha iLLaLLah dan paling benar memahami agama?yg menganggap bodoh ulama2 sblm masanya? Bacalah wahai sdrku,kitab2 tarikh dan sejarah tentang apa itu wahhabi, yg pd awalnya adlh gerakan politik utk memisahkan diri dari khilafah,membentuk kerajaan sendiri?yg menghalalkan darah sesama muslim bahkan darah sebagian ulama demi AMBISI kekuasaan? Itukah pemahaman salaf ash salih atau as SALAH? Maka Allah akan membuka aib siapa2 yg membuka aib saudara muslimnya. Sdrku, agama tak akan tersebar hnya dgn ikut kajian2 tanpa mau berkorban sungguh dgn harta dan diri di jalan Allah utk i’la’i kalimatiLLAH.Renungkan perkataan imam malik rah.a diatas

9. DebuSyurga - January 19, 2009

asslamualaikum….blognya sudah dibaca….mana bisa kita nak ceritakan betapa sedapnya buah epal atau durian…kalau kita tak merasakanya…justeru itu mana bisa kita dapat rasakan perasaan jiwa masa keluar (niat perbaiki diri) ke jalan allah…kalau kalau kita sendiri tak pernah keluar

10. XNUXMINT - December 19, 2008

Ass.Wr.Wb…… Blognya bagus…..Banyk mmbrikan informasi buat saya. Kebetulan saya dah prnah 4 BLN, namun sayang sekarang saya banyak disibukkan dgn perkara dunia. Doakan saya supaya bisa tetap istiqomah. by karkun. Maqomi Baitul Jannah, Holaqoh Sukarami, Palembang, SumSel.

11. aburaudhah - December 10, 2008

assalamualaykum saudaraku,
ijin untuk baca-baca dan mengambil manfaat dari artikel ini…

12. Liliek - November 28, 2008

Terimakasih Pak Abu, insyaaLLah salam saya sampaikan, Pak Kana masih keluar 4 bulan, belum selesai.
Buat Pak Anto, terimakasih komentarnya. Saya sudah ke India (Banglawali Masjid – Nizamuddin), Bangladesh (Kakrail), dan Malaysia (Masjid Sri Petaling) tahun lalu (2007) dan ketemu dengan Masyaikh2 kami, AlhamduliLLah semua baik-baik saja, saya berjumpa dengan dai-dai dari seluruh pelosok dunia dan bertukar pikiran tentang perkembangan Islam di negaranya masing-masing. Agar lebih objective mungkin Pak Anto baca buku biografi Maulana Zakaria al-Kandhalawi yang diterbitkan oleh beliau sendiri dalam bahasa Urdu (ada versi terjemahan dalam bahasa Indonesia) untuk meluruskan pandangan keliru sebagian umat tentang diri beliau, bakan beliau ceritakan tentang kebiasaan2 buruk beliau yang jarang diungkapkan oleh penulis lainnya. Kita tidak fanatik sama Masyaikh kita, bahkan kita dianjurkan untuk belajar dari ulama atau ustadz manapun, termasuk ustadz2 kami dari kaum salafi. Kerja kita sama seperti yang dilakukan oleh para sahabat, yaitu mendakwahkan kalimat Laa ilaaha IllaLLah keseluruh penjuru alam. Seperti Imam Malik sampaikan: Reformation of the last (part) of this (Mohammad) Ummat will not be possible except by adopting the method which was used in the beginning (by Hadhrat Muhammad SAW). Seperti pepatah tak kenal maka tak sayang, datang dulu ke India, atau kalau belum mampu, culup ke markaz kami di Masjid Kebun Jeruk untuk bertemu/berdiskusi dengan Syuro2 kami, siapa tahu memang benar kami ahli bidáh, maka upaya Pak Anto untuk berdialog bersama kami akan sangat kami hargai.

13. antosalafy - November 28, 2008

“Shaikhul Hadith Maulana Zakaria, penulis kitab best seller “Fadhail A’maal” yang menjadi bacaan wajib jamaah dakwah yang bergerak di seluruh dunia.”

Mas, jangan terlalu fanatik sama syaikhmu. Lihatlah sesuatu dengan kaca mata syari’at.

Asy-Syaikh Hamud bin Abdullah At-Tuwaijiri rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Qaulul Baligh Fit Tahdzir Min Jama’ah At-Tabligh (hal. 11-12): “Kitab terpenting bagi orang yang menjadi tablighiyyin adalah kitab Tablighi Nishab (Fadha`il Al-A’mal), yang ditulis salah seorang pemimpin mereka bernama Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi. Dan mereka memiliki perhatian demikian besar terhadap kitab ini dan mengagungkannya sebagaimana Ahlus Sunnah mengagungkan kitab Shahih (Al-Bukhari dan Muslim), dan kitab-kitab hadits lainnya. Para tablighiyyin telah menjadikan kitab kecil ini sebagai sandaran dan referensi baik bagi orang India, maupun bangsa ‘ajam (non-Arab) lainnya yang mengikuti ajaran mereka. Dalam kitab ini termuat berbagai kesyirikan, bid’ah khurafat, serta banyak sekali hadits-hadits palsu dan lemah. Maka hakekatnya, ini merupakan kitab jahat, sesat, dan fitnah. Kaum tablighiyyin telah menjadikannya sebagai referensi untuk menyebarkan bid’ah dan kesesatannya, melariskan serta menghiasinya di hadapan kaum muslimin awam, sehingga mereka lebih sesat jalannya dari hewan ternak.”

http://antosalafy.wordpress.com/2007/08/13/kitab-fadhail-al-amalnya-jamaah-tabligh/

14. Abu Alkayyis - November 28, 2008

Wa’alaikum salaam Wa rahmatullahi Wa Barakatuh

Terima kasih telah bersedia mampir ke blog saya.
Salam Buat Pak Kana, Ust Abdus Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: